Obat Penyakit Maag Paling Manjur

Hai Pembaca! Siapa yang suka divonis punya penyakit maag sama dokternya? *tunjuk jari*

Rasanya kena maag itu benar-benar nggak enak ya. Mual, muntah, rasa perih di perut atau ulu hati, bahkan ada juga yang diare. Saya paling sering kena maag kalau hari Jumat, karena di kantor saya kerjaan paling nggak bisa ditinggal di hari itu. Jadi telat makan deh.. 😦 Tapi bisa juga kalau makan sembarangan, waduuuhh.. Pokoknya nggak enak! Kalau sudah begitu, biasanya saya langsung meluncur ke apotek terdekat untuk beli obat penyakit maag.

Saya juga termasuk orang yang nggak kuat minum kopi. Baik kopi hitam, maupun kopi susu, sampai yang kata iklannya white coffee sekalipun. Perut langsung perih. Dibawa makan salah, dibawa minum juga eneg. Saya butuh obat asam lambung jika itu terjadi. Baca lebih lanjut

Smartphone : Gadget Penting untuk Para Blogger

Hai, Pembaca tersayang. Sejak punya anak & makin buanyaknya kerjaan di kantor, nge-post blog jadi agak2 terbengkalai yaa *mohon dimaafkan*

Kali ini postingan devysworld agak berbeda ya, bukan soal kesehatan, bukan soal TTC, apalagi soal resep masakan. Hehehe.. Kali ini mau membahas soal pentingnya punya smartphone yang mumpuni dalam hal blogging. Kebetulan saya baru beli HP, nih. Semua pasti sudah tahu Samsung J5 kan? 😀 

Handphone, mau disebut gadget ataupun handheld (HH – sebutan di beberapa komunitas blogger teknologi) itu sangat penting, lho. Terutama untuk blogger seperti saya yang senang posting hal-hal berbau kesehatan. Kan sering tuh yaa orang-orang mencari gambar-gambar gejala apakah di kulit mereka ini, atau merah-merah apakah di amandel mereka itu. Tapii kalo kamera HP nya nggak mumpuni, yah pupus lah yaa info – info yang saya punya untuk para pembaca. Meskipuun nggak selalu soal kesehatan aja yang dicari, para beauty blogger atau home chef pun pasti senang dengan kecanggihan kamera gadgetnya.

Samsung J5 yang saya punya ini, kameranya 13 MP lho, bapak-ibu-mbak-mas-dek. Jauh lebih tajam & clear untuk memposting foto dibandingkan HP saya terdahulu. Sedangkan untuk selfie atauu kalau saya mau foto bagian rongga mulut atau wajah, kamera depannya 5 MP dan nggak kalah clear hasil jepretannya. Hal ini karena adanya Lensa F1.9 yang unggul dan cepat untuk kedua fitur kamera. Yang saya suka banget itu ada fitur yang namanya Palm Selfie, yaitu selfie tanpa menekan tombol foto, cukup tunjukkin aja telapak tangan ke kamera, tahan beberapa detik trus jadii deh fotonya *yeeeayy!

Oiya Samsung J5 ini  juga punya Smart Manage, lho. Saya bisa memantau penggunaan battery, storage, RAM dan Device Security dalam sekali tatap (dalam satu app). Sukanya lagii, ada Ultra Data Saving Mode lho. Kebetulan saya memang cukup peliit (atau irit ya? hehehe) untuk kuota, jadi ini membantu banget untuk memantau dan memangkas penggunaan kuota saya selama sebulan.

Warna – warnanya pun cantik. Ada putih, hitam, gold! Di beberapa online shop pernah lihat penawaran khusus untuk si gorgeous berwarna gold ini. Namun apa daya, saat saya beli hanya ada warna putih. Body-nya yang slim juga bikin saya bahagia saat touch atau slide layarnya yang sudah Super AMOLED ini.

img-20161116-wa0003-copy
tipis kaaan bodynya *wink-wink

Jaringannya yang sudah 4G LTE pun bikin puass untuk nge-net, terutama blogging & baca-baca Female Daily. Serius! Ukuran RAM nya yang 2GB sangat cukup untuk saya yang suka multitasking dengan lancar jaya. Suami saya juga senang kalo main game online pakai Samsung J5, displaynya ciamik dan koneksinya lancar.

Well, pada akhirnya saya si health-freak blogger ini cuma bisa merekomendasikan Samsung J5 untuk para pembaca yang lagi nyari HP baruu dengan kualitas top. Atau boleh juga tuh dilirik Samsung J7 nya. Untuk lebih lengkapnya silakan cek di sini yaa.. Happy browsing, happy blogging, happy with Samsung J5 🙂

Keluhan Selama Hamil TM 1-3 (Part 2)

Lanjut yaaa dari postingan sebelumnya, maaf lama 🙂

Trimester 2 (4-6 Bulan)

Saat ini mual muntah sudah berkurang. Nafsu makan juga sudah mulai meningkat. Berat badan yang mungkin sempat turun di TM 1, perlahan-lahan mulai naik (dan harus naik). Saya tergolong berat badan ideal sebelum hamil. Boleh lah naik 11 – 15 kilo sebenarnya. Tapi mulai TM2 ini, kenaikan berat badan saya konstan 1 kilo per kunjungan. Meski demikian, berat janin naik sesuai tabel 🙂

Perut mulai membuncit, rasanya mulai agak begah. Saya pernah sekali waktu merasa sesak napas, tapi untungnya enggak sering. Terkadang asam lambung juga naik lho, bikin agak perih di ulu hati. Tapi gapapa. Cara mengatasinya, makan sedikit2 tapi sering. Jangan sampai kosong perutnya. Baca lebih lanjut

Keluhan Selama Hamil TM 1-3

Jadiii ini posting sekaligus ya. Sudah diniatkan untuk diposting setelah melahirkan ajah, biar kata mama enggak pamali 🙂 *nurut ortu ceritanya*

Hamil itu nikmat. Namun meskipun demikian, bukan berarti bebas keluhan – atau biar lebih bersyukurnya disebut “gejala” aja ya. Ini yang saya alami:

 Trimester 1 (1 – 3 bulan pertama)

Waktu tahu kalau saya positif hamil (terhitung 4 minggu saat itu), saya belum merasakan apa-apa. Yaa paling 2-3 hari sebelum test pack, rasanya agak2 meriang & pegal2 kecapekan aja. Agak2 mual tapi nggak extreme. Kirain masuk angin biasa. Baca lebih lanjut

Tahap Awal Kehamilan

Akhirnyaaa… Setelah berkutat dengan Provera di postingan sebelumnya, penantian saya berakhir sudah. Sudah hampir setahun juga ya enggak posting yang baru-baru. Hehehe… Kenapaa? Karena.. Alhamdulillah saya hamil.

Allah Maha Baik, saudara-saudari 🙂 Setelah ga haid-haid juga setelah minum Provera, saya beranikan diri untuk test pack. Pertama kali, hasilnya samar. Berikutnya baru tegas 2 garis! Dari yang murah sampai yang mahal test pack saya cobain. Karena sempet kesel juga sih, cek ke bidan dibilangnya masih negatif.

20150823_191431ini nih hasil testpack saya yang kata bidan “negatif” Baca lebih lanjut

The Truth : PCOS, HSG dan Tes Sperma

Hai semua.. Saya sudah lepas Microgynon, nih *bangga* Tapi belum dapat efek yang memuaskan dari terapi ini. Benar sih haid jadi teratur dengan pil KB, tapi untuk kasus saya ternyata belum cukup.

Haid terakhir tanggal 21 sehabis Lebaran, pas banget minum pil putih yang ketiga dan selesai di tanggal 26 Juli-nya. Tapi seminggu kemudian, hari Minggu tanggal 2 Agustus keluar flek setelah intercourse. Sedih deh.. Ini apa lagi coba?! Mau nggak mau saya ngejar dr. Andri ke RS. Permata Ibu di hari Seninnya. Nggak mau nunggu pokoknya!

Tapi mungkin Allah berkehendak saya untuk ganti dokter, kali ya. Jadilah itu antrian saya masuk ke antrian dr. Wisnu. Sempat kaget sih, kenapa dokternya beda (tapi karena sudah masuk, masa’ mau keluar lagi?).

Setelah cerita kronologinya kenapa, nggak pakai basa-basi langsung USG. Oiya, kalau mau hasil USG nya akurat, kandung kemih harus penuh ya. Saya sampai kebelet BAK banget, mana AC rumah sakit kan dingin. Pertamanya sih seperti biasa, saya dibilang terlalu stress. Dan ternyata… “PCOS nih, masa tanggal segini telurnya belum ada yang matang.”

Ya Allah.. Benar kan kekuatiran saya selama ini *nahan nangis* mana dokternya agak galak. Nggak galak sih sebenarnya, lebih ke tegas. Hubby langsung diomelin, disuruh berhenti merokok. DEG! Nah lho, kalau dibilangin istri nggak mau didengar sih (mbatin, hehe). dr. Wisnu bilang, kalau hubby masih merokok, percuma. Nanti hamil bisa BO lagi (T_T)

Akhirnya dikasih resep Ovacare, Doxycycline dan Provera. Kenapa dikasih antibiotik? Karena saya dijadwalkan untuk HSG. Tuh kan! Hampir semua yang jadi kekuatiran saya terjadi. Jujur saya takut banget dengar kata HSG. Apalagi hasil googling malah bikin lemes. Belum tes aja, saya udah kebayang hasilnya (saya akui saya memang parno akut-saya mah begitu orangnya 😀 ). Hubby juga dijadwalkan untuk tes analisis sperma. Dan dia pun agak parno sama hasilnya, maklum perokok.

Dari hasil USG ini kemungkinan haidnya lama lagi, makanya dipacu pakai obat hormon. Reaksi saya antara bingung dan lega. Bingung karena biasanya pasien PCOS (termasuk teman saya) biasanya dikasih Metformin dulu, sedangkan saya nggak. Lega sih ketahuan kenapa dan dokternya juga gerak jalan cepat dengan rujukan HSG. Cuma soal parno yah tetep 😀

Sekarang lagi menunggu waktu aja. Sambil olahraga sebisa dan serutin mungkin. Saya inisiatif mengurangi asupan makanan mengandung gula dan yang digoreng2. Hubby berusaha keras mengurangi rokok (meskipun awalnya buang rokok dengan gagah, tapi akhirnya belum kuat juga hehehe..) dan mulai daftar fitness dekat rumah. Sabar deh nggak ngemil2 dulu. Sabar nggak makan nasi putih dulu, ganti nasi merah. Demi kehadiran si buah hati. Buat anda yang baru divonis PCOS, jangan parno macam saya ya 🙂 Diiringi doa semoga hasil HSG tubanya dua2nya paten dan hasil tes hubby normal. Semoga kehamilan ini datang lebih cepat dan dengan sehat, aamiin…

 

Update tgl 20 Agustus 2015..

Provera sudah diminum sampai habis. Tapi sudah 4 hari ini belum keluar juga itu si “merah”. Sudah mau stress lagi saya. Well, buat yang mengalami hal seperti saya, hayo kita nunggu sama-sama. Kalau sampai 2 minggu setelah pil terakhir haid nggak keluar juga, saya sepakat mau ke dokter lain.

Oiya, sudah tanya sana sini untuk herbal. Sekarang sudah order Royal Jelly & sudah punya Salmon Oil. Mau minum vitex mesti nunggu haid dulu, jaga-jaga kalo udah ada dedenya (aamiin 😀 ). Trus untuk akupuntur, belum ketemu tempat yang pas. Tapi rencananya minggu depan mau coba terapi di L’Ayurveda. Mudah-mudahan cocok. Boleh share di bawah ini yaa yang untuk yang sudah pernah mencoba yang saya sebutkan barusan. Makasiiih 🙂