Review : Kippabuw Tinted Lip Balm

Akhirnyaaaa… Kesampaian juga beli tinted lip balm handmade lokal.. Kali ini saya pilih Kippabuw Choco Blood Tinted Lip Balm.

Dari dulu saya paling ga suka pakai lipstick. Karena aromanya yang ‘kimia’ banget ataupun karena ingredientsnya menurut saya menyeramkan. Selagi hamil pun, saya paling anti pakai kosmetik. Kalau di kantor juga males berdandan ria. Pe-er banget gitu kayaknya! Tapi akhir-akhir ini tergugah buat beli lipstik handmade yang ga pakai pengawet. Boleh cek di webnya Kippabuw. Di sana tertera ingredientsnya hanya shea butter, beeswax dan skin safe pigment. Saya percaya bahwa makin sedikit bahan kimia yang tertera di suatu produk, maka lebih baik bagi kesehatan saya. Eitss, tapi ga menutup kemungkinan saya tetap memakai lipstik drugstore maupun merk lainnya yang bukan handmade ya.

20170726_083645

packaging-nya

Sebenarnya saya suka warna-warna pastel, tapi karena bibir saya gelap, saya pingin coba yang merah kecoklatan seperti ini. Hasilnya? Saya suka teksturnya yang basah. Yaiyalah, namanya aja tinted lip balm. Warnanya juga menyatu dengan warna bibir saya. Ga ada aroma-aroma aneh karena ini terbuat dari bahan alami.

20170726_083748

swatch-nya

Namun kelemahannya, tekstur tinted lip balm ini begitu lunak. Saat di swatch di tangan, banyak bagian yang lumer, menggumpal  & berantakan. Mengaplikasikan tinted lip balm ini dalam suhu ruang, lebih mudah menggunakan jari dibandingkan langsung dari tempatnya. Mungkin sebaiknya disimpan di kulkas dulu agar teksturnya lebih padat. Saya belum pernah coba dengan kuas, tapi saya rasa kuas akan merusak lipbalmnya seperti mencolek sabun (wkwkwk, sabun colek! sorry.. >,<)

Maafkan kualitas gambas yang kurang memadai. Saya masih menggunakan kamera HP untuk ini. Hehehe.. Menurut rekan kerja sih, warnanya sukses bikin wajah saya terlihat fresh & cerah. Saya ga pakai bedak lho saat itu. Dan ini memang tipikal lipstik yang (niatnya) akan saya pakai tiap hari. Hehehe.. Oiya, tinted lip balm ini ada shimmernya. Saya pernah lihat di IG-nya Kippabuw, ada juga kok yang ga pakai shimmer. Mudah-mudahan ada waktu & rejeki untuk me-review semua lip productnya 🙂

Harganya pun cukup bersahabat di kantong saya. Waktu itu saya beli Rp 70.000 aja, dikasih sample sabun charcoal lagi! Makasih yaa Mbak Vero. Ini keren banget sabun-sabunnya, aslii!

Pro(s) :

+ ga ada aroma kimia

+ terbuat dari bahan alami & tanpa pengawet (paraben free)

+ buatan lokal

+ harganya cukup terjangkau dengan bahan-bahan tersebut

+ warnanya bisa menutupi warna bibir saya yang gelap

 

Con(s):

– teksturnya mudah melunak di suhu ruang (bisa disiasati masukkan di kulkas, CMIIW)

– terkadang ulirnya suka ga berfungsi gitu, lipbalmnya ga keluar

– ga ada toko fisik. You can buy it online, babe. Via IG atau webnya, pasti dibales.

 

Sekian review Kippabuw lip care dari saya. Ga menutup kemungkinan akan ada review lip product lainnya yang bukan handmade ya. Cuma meramaikan industri produk lokal sajaa. Inget kata iklan Maspion, “Cintailah produk-produk Indonesia” 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.