Keluhan Selama Hamil TM 1-3

Jadiii ini posting sekaligus ya. Sudah diniatkan untuk diposting setelah melahirkan ajah, biar kata mama enggak pamali 🙂 *nurut ortu ceritanya*

Hamil itu nikmat. Namun meskipun demikian, bukan berarti bebas keluhan – atau biar lebih bersyukurnya disebut “gejala” aja ya. Ini yang saya alami:

 Trimester 1 (1 – 3 bulan pertama)

Waktu tahu kalau saya positif hamil (terhitung 4 minggu saat itu), saya belum merasakan apa-apa. Yaa paling 2-3 hari sebelum test pack, rasanya agak2 meriang & pegal2 kecapekan aja. Agak2 mual tapi nggak extreme. Kirain masuk angin biasa.

Seperti mau haid. Ini nih yang bikin orang terkadang ge-er. Tapi gejalanya mirip banget saat mau haid seperti payudara yang bengkak & nyeri, kram perut, perasaan juga sensitif. Kram perut ini lumayan nakutin klo buat saya. Makanya sama dokter untuk 3 bulan pertama dilarang untuk HB (hubungan badan) sama suami, supaya kontraksi rahim ga tambah heboh.

Mengenai flek. Banyak orang bilang kalau ngeflek kemungkinan karena embrio nempel di rahim. Awalnya saya kurang yakin, karena waktu hamil pertama ngeflek tu berarti BO (blighted ovum/embrio janin tidak berkembang). Nah 3 hari setelah kunjungan pertama ke bidan, saya ngeflek. Ga banyak, warnanya pink agak coklat. Karena panik duluan, meluncur ke dokter dan dinyatakan 6 minggu usia kehamilannya. Saat ini, kalaupun USG, baru kelihatan kantung kehamilannya aja. Ga usah panik kalau dokter nyuruh balik lagi 2 – 3 minggu kemudian. Berdoa & mikir yang positif2 aja ya.

Mual-muntah. Ini saya rasakan di akhir minggu ke-6. Alhamdulillah saya merasakan morning sickness aja, ga sampe malam mual2nya. Hidung berasa sensitif, bahkan cium bau mulut suami pun ogah rasanya. Ga sampe muntah hebat sih, tapi jelas menurunkan nafsu makan saking mualnya. Cium bau nasi putih ogah, ngeliat sayur eneg , padahal sebelumnya saya suka banget makan sayur. Oiya, waktu mual ini ga lama koq. Sampe masuk 4 bulan aja udah berhenti. Ada juga yang sebelum itu sudah kembali semula. Tapi ada juga yang enegnya permanen. Contohnya saya, selama hamil ga pernah makan daging selain bakso 😀

Mengidam. Kata suami2 orang (peace :D), ngidam itu bisa-bisaannya para istri aja biar dimanja.  Ada juga yang hamilnya ngidam aneh2, semisal mau megang mobil mewah atau mau makan bayam pakai pudding. Sebenarnya sah-sah aja diturutin atau enggak, selama ngidamnya nggak merugikan. Saya pribadi meyakini klo ngidam itu bentuk kebutuhan nutrisi janin. Waktu bulan pertama, bumil rentan sakit & karena mual2 tuh pinginnya yg asem2, jadilah saya ngidam buah kiwi & stroberi. Waktu mau masuk trimester 2, kayaknya si debay pingin tulangnya kuat, jadilah saya ngidam keju2an. Pokoknya harus makan sehat 🙂

 

Trimester selanjutnya di postingan berikut yaa 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s