The Truth : PCOS, HSG dan Tes Sperma

Hai semua.. Saya sudah lepas Microgynon, nih *bangga* Tapi belum dapat efek yang memuaskan dari terapi ini. Benar sih haid jadi teratur dengan pil KB, tapi untuk kasus saya ternyata belum cukup.

Haid terakhir tanggal 21 sehabis Lebaran, pas banget minum pil putih yang ketiga dan selesai di tanggal 26 Juli-nya. Tapi seminggu kemudian, hari Minggu tanggal 2 Agustus keluar flek setelah intercourse. Sedih deh.. Ini apa lagi coba?! Mau nggak mau saya ngejar dr. Andri ke RS. Permata Ibu di hari Seninnya. Nggak mau nunggu pokoknya!

Tapi mungkin Allah berkehendak saya untuk ganti dokter, kali ya. Jadilah itu antrian saya masuk ke antrian dr. Wisnu. Sempat kaget sih, kenapa dokternya beda (tapi karena sudah masuk, masa’ mau keluar lagi?).

Setelah cerita kronologinya kenapa, nggak pakai basa-basi langsung USG. Oiya, kalau mau hasil USG nya akurat, kandung kemih harus penuh ya. Saya sampai kebelet BAK banget, mana AC rumah sakit kan dingin. Pertamanya sih seperti biasa, saya dibilang terlalu stress. Dan ternyata… “PCOS nih, masa tanggal segini telurnya belum ada yang matang.”

Ya Allah.. Benar kan kekuatiran saya selama ini *nahan nangis* mana dokternya agak galak. Nggak galak sih sebenarnya, lebih ke tegas. Hubby langsung diomelin, disuruh berhenti merokok. DEG! Nah lho, kalau dibilangin istri nggak mau didengar sih (mbatin, hehe). dr. Wisnu bilang, kalau hubby masih merokok, percuma. Nanti hamil bisa BO lagi (T_T)

Akhirnya dikasih resep Ovacare, Doxycycline dan Provera. Kenapa dikasih antibiotik? Karena saya dijadwalkan untuk HSG. Tuh kan! Hampir semua yang jadi kekuatiran saya terjadi. Jujur saya takut banget dengar kata HSG. Apalagi hasil googling malah bikin lemes. Belum tes aja, saya udah kebayang hasilnya (saya akui saya memang parno akut-saya mah begitu orangnya 😀 ). Hubby juga dijadwalkan untuk tes analisis sperma. Dan dia pun agak parno sama hasilnya, maklum perokok.

Dari hasil USG ini kemungkinan haidnya lama lagi, makanya dipacu pakai obat hormon. Reaksi saya antara bingung dan lega. Bingung karena biasanya pasien PCOS (termasuk teman saya) biasanya dikasih Metformin dulu, sedangkan saya nggak. Lega sih ketahuan kenapa dan dokternya juga gerak jalan cepat dengan rujukan HSG. Cuma soal parno yah tetep 😀

Sekarang lagi menunggu waktu aja. Sambil olahraga sebisa dan serutin mungkin. Saya inisiatif mengurangi asupan makanan mengandung gula dan yang digoreng2. Hubby berusaha keras mengurangi rokok (meskipun awalnya buang rokok dengan gagah, tapi akhirnya belum kuat juga hehehe..) dan mulai daftar fitness dekat rumah. Sabar deh nggak ngemil2 dulu. Sabar nggak makan nasi putih dulu, ganti nasi merah. Demi kehadiran si buah hati. Buat anda yang baru divonis PCOS, jangan parno macam saya ya 🙂 Diiringi doa semoga hasil HSG tubanya dua2nya paten dan hasil tes hubby normal. Semoga kehamilan ini datang lebih cepat dan dengan sehat, aamiin…

 

Update tgl 20 Agustus 2015..

Provera sudah diminum sampai habis. Tapi sudah 4 hari ini belum keluar juga itu si “merah”. Sudah mau stress lagi saya. Well, buat yang mengalami hal seperti saya, hayo kita nunggu sama-sama. Kalau sampai 2 minggu setelah pil terakhir haid nggak keluar juga, saya sepakat mau ke dokter lain.

Oiya, sudah tanya sana sini untuk herbal. Sekarang sudah order Royal Jelly & sudah punya Salmon Oil. Mau minum vitex mesti nunggu haid dulu, jaga-jaga kalo udah ada dedenya (aamiin 😀 ). Trus untuk akupuntur, belum ketemu tempat yang pas. Tapi rencananya minggu depan mau coba terapi di L’Ayurveda. Mudah-mudahan cocok. Boleh share di bawah ini yaa yang untuk yang sudah pernah mencoba yang saya sebutkan barusan. Makasiiih 🙂