Kiat Sukses Menghadapi Interview Kerja

Dering telepon yg menyatakan kita dipanggil interview masih terngiang2, nih. Kebayang dong rasanya bisa kerja di perusahaan yang kita anggap bonafit. Tapii gimana yaa caranya menampilkan kesan yang baik (dan berpeluang besar diterima)? Mungkin tips berikut lah yg membawa sy pribadi sukses diterima kerja… πŸ™‚

1. Jangan asbun, survei lokasi, dan tepat waktu

Sy inget waktu interview di Gedung Gajah. Janjian jam 8, sy langsung mengiyakan. Padahal sy sama sekali belum survei lokasi, waktu itu benar2 buta di mana itu perusahaan yg manggil sy. Walhasil sy muter2 ga jelas di pancoran dan tiba di perusahaan itu jam 9!! Disambut dengan kalimat pembukaan “Pimpinan kami suka dgn orang yg tepat waktu.” Dalam hati udah tau ga bakal keterima 😦

2. Penampilan yang sesuai

Melamar kerja, mau baru pertama kali atau udah berkali2, ga perlu melulu ky foto jadul yg hitam putih. Paling standar adalah kemeja, celana/rok bahan, dan sepatu. Boleh padu padan warna, asal jangan terlalu ramai & menyolok, demi kesan profesional aja. Kalau posisi yg dilamar cukup tinggi, boleh juga pakai blazer untuk kesan formal.

3. Gaya rambut

Ga mau dong kelihatan ribet saat interview atau psikotes? Pony tail atau ikat rambut jadi satu aja. Atau jepit rambut di tengah2, supaya ga ada rambut ‘berserakan’ di telinga. Bagi yang memakai jilbab, yang standar sepertinya lebih baik. Sematkan bros yang indah dan hindari gaya tumpuk atau terlalu banyak pentul. No offense, tapi kesannya ribet aja πŸ™‚

4. Mengenal perusahaan & job desc yang kita inginkan

Apalah artinya beauty without brain. Cari tau dulu perusahaan itu bergerak di bidang apa, job desk nya kira2 masuk ga dengan penjabaran di CV kita. Karena hal ini biasanya ditanyakan.

5. Jangan lupa bawa pulpen, pensil dan ATK sendiri. Sy sih tipe yg ga mau kelabakan nyari pulpen saat dibutuhkan, apalagi minjem sama si HRD.

6. Matikan ponsel. Kalau ga mau di non-aktif kan sih gapapa, tapi klo bisa jangan pake getar juga. Sy pernah tuh interview di perusahaan obat. Lagi ditanya2, hp getar2. Ga konseeenn 😦

7. Pede aja. Kebanyakan dari kita pastii grogi begitu melangkah ke ruang interview. Tenang ya, mereka sama2 manusia koq. Kalau ga keterima pun, kita belum tentu akan ketemu mereka lagi. Nggak pede juga menyebabkan kita blank lho. Hasilnya jawaban akan diwarnai berbagai “emm”, “anu”, “eeh” dan lain2 yg bisa mengurangi point πŸ˜€

Mungkin itu aja.. Tapi waspada saat mengisi form yg diberikan. Karena terkadang kita diajak bicara dengan sii bapak/ibu yg menginterview. Klo kita sampai salah ngisi, berarti kita ga konsen. Sy juga pernah baca Majalah Cita Cinta, bahwa sekian persen (lupa!) pelamar dianggap cerdas bila berkacamata. Tapii bukan berarti yg matanya masih baik harus pakai kacamata kan. Semuanya kembali lagi ke hasil test dan sreg atau enggak nya HRD dengan kualifikasi kita.

Good luck everyone πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s