Kanker Serviks (Cervical Cancer)

Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim sesuai dengan namanya terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Biasanya menyerang wanita berusia lanjut tetapi penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini juga dapat menyerang wanita dengan kisaran usia sekitar 20 – 30 tahun. Resiko terkena Kanker Serviks ini lebih besar terjadi pada wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker yaitu sekitar 2 – 20 tahun. Pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut “Pap smear test“, sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.

Mengenai Pap Smear Test

Test tersebut ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.

Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti. Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit.

Waktu yang tepat untuk melakukan Pap Smear Test ini ialah 1 tahun setelah melakukan hubungan seksual. Seorang wanita dapat dikatakan tidak terkena Kanker Serviks apabila setelah 3 kali test hasil yang ditunjukkan negatif. Walaupun demikian, seorang wanita tetap perlu untuk melakukan test tersebut. Biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi.

Hasil ‘Pap Smear’ dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan ‘Pap Smear’. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan ‘Pap Smear’ yang abnormal adalah:

  1. Unsatisfactory ‘Pap Smear’
    Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan ‘Pap Smear’ pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda.
  2. Jika ada infeksi atau inflamasi
    Kadang-kadang pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan ‘Pap Smear’, biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur’. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani ‘Pap Smear’ lagi.
  3. Atypia atau Minor Atypia
    Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai ‘atypia’. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan ‘Pap Smear’ lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.
Iklan

14 thoughts on “Kanker Serviks (Cervical Cancer)

  1. AAN berkata:

    TOLONG BREI PENJELASAN TANDA2 DINI YANG MUNGKIN DIRASAKAN ???? DAN BERAPA PERSENTASE TERJANGKIT ???? DAN APA PENYEBABNYA???

  2. devysworld berkata:

    Gejala kanker serviks pada awalnya tidak terlalu terlihat. Tetpi biasanya wanita yang mengalami kanker jenis ini mengalami pendarahan setelah aktivitas seksual atau di antara masa menstruasi.

  3. fitry berkata:

    biayanya berpa yea???
    adkah efek smping dri pap smear??
    bagaimana perawatan yang benar untuk mencegah knker serviks, serta pnykit keLamin Lainnya??

  4. devysworld berkata:

    setiap manusia memiliki sel yang bisa berubah menjadi sel – sel kanker bila mengalami pertumbuhan yang tidak wajar. Untuk kanker serviks, penyebab umumnya karena tidak menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Selain itu HPV (Human Papilloma Virus) atau kutil pada daerah kewanitaan dapat menyebabkan pertumbuhan sel menjadi sel kanker.

    • devysworld berkata:

      memang extreme tesnya. tapi ya memangbegitu adanya. nah oleh karena itu, yg masih perawan tidak diperkenankan mengikuti tes ini. tetapi sangat dianjurkan untuk wanita yg aktif secara sexual di bawah 20 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s