Kembalikan Makna Pancasila Kita
Juli 16, 2009
Dahulu Indonesia ialah negara yang begitu indah. Indah tidak hanya karena potensi alamnya, tetapi juga karena bangsanya. Setiap orang menaikkan hormat kepada Sang Merah Putih tanpa memandang suku, agama, dan ras. Betapa membahagiakan.. Rasa persatuan itu mengawali damai di seluruh nusantara. Membuat kita semua lupa akan sakitnya penjajahan yang begitu lama kita rasakan.
Saya amat senang membaca buku – buku sejarah dan kewarganegaraan pada masa sekolah dulu. Rasanya menyenangkan saat membaca mengenai perjuangan Indonesia dengan rakyatnya yang tak kenal lelah memperjuangkan kemerdekaan. Pada awalnya tak berhasil mengusir penjajah keluar dari nusantara. Kemudian para pejuang menyadari bahwa mereka harus bersatu demi tercapainya cita – cita bangsa. Dan pada akhirnya kemenangan tercapai. Sejak itu para pemimpin mulai menata kembali hidup bangsa ini, mengatur segala perangkat negara beserta peraturan – peraturan yang ada. Di antaranya menetapkan Pancasila.
Tahukah apa makna Pancasila? “Pancasila adalah jati diri kita sebagai bangsa Indonesia!”, demikian guru saya pernah berkata. Jati diri yang bagaimana? Tentu yang mengakui adanya Tuhan YME, mengakui persatuan bangsanya, menjunjung keadilan sosialnya, dan ramah manusianya. Itu baru sedikit contoh dari jati diri bangsa kita.
Tapi mengapa makin hari makna Pancasila sebagai jati diri bangsa mulai memudar? Terjadi kerusuhan di mana – mana karena perbedaan agama, saling menghujat suku hingga terjadi pertumpahan darah sesama manusia, lebih memilih golput dibanding kemajuan negara, ramah yang dulu mencerminkan bangsa kita dalam arti sebenarnya kini berarti “rajin menjamah”.. Mengapa kita menelanjangi bangsa ini dengan memudarkan jati diri kita? Apakah kita masih akan terus menodai Sang Merah Putih dengan mencampakkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
Saya kenal dengan seseorang yang amat sangat kasar. Ia tak mau bertoleransi dengan siapapun dan selalu mempermasalahkan apapun. Ia menjadi kesepian dengan sangat cepat. Dan kemudian meninggal dalam kesepian dan keputusasaannya. Apakah kita mau menjadi bangsa yang kesepian dan putus asa? Karena itu, mari kita kembalikan jati diri bangsa Indonesia yang telah memudar. Semua itu dapat kembali apabila kita mau introspeksi sejenak. Tingkatkan rasa persaudaraan yang mempersatukan. Mari pikirkan segala sesuatunya sebelum bertindak. Kejar dan cintailah kedamaian, bukan hanya kemakmuran. Mulailah dari hal yang paling kecil maka semua yang kita upayakan dapat menjadi besar. Dengan demikian kita dapat mengembalikan jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya..
Entry Filed under: Tak Berkategori. .



Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed