Aku Bangga Jadi Siswa SMA Tarsisius II
Desember 12, 2008

Sekolahku ini beralamat di Jalan Batusari Raya No. 12 dan telah berjuang dalam dunia pendidikan sejak tahun 1898. Kalau orang – orang bertanya di mana sekolahku, dengan amat bangga aku menyatakan diri sebagai siswa SMA Tarsisius II. Mengapa? Inilah alasanku…

Pertama, sekolahku memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari yang paling utama seperti ruang untuk masing – masing kelas, UKS, kantin, perpustakaan (tempat favoritku karena ada banyak sekali buku yang bagus), lapangan (baik lapangan sepak bola, volley, maupun lapangan basket dan badminton), laboratorium (lab. fisika, kimia, biologi, hingga bahasa), ruang tunggu, aula, kapel, bahkan tempat parkir kendaraan.
Kedua, ruangan – ruangan untuk tiap jenjang pendidikan (SD – SMA) dipisah
sehingga anak – anak SMA tidak terganggu saat belajar karena SD berada di lantai 1, SMP di lantai 2, dan SMA di lantai 3 dan 4. Amat sangat nyaman karena ruang kelas dilengkapi jendela sebagai alat pertukaran udara. Apabila kita terkena matahari dari luar, jendelanya terdapat tirai yang bisa digeser. Sehingga cahaya matahari tidak mengganggu kegiatan belajar – mengajar.
Ketiga, sekolahku ini menerapkan penghijauan yang baik dan berguna sekali untuk menyegarkan mata serta menyegarkan udara di lingkungan sekolah. Di sekitar lapangan terdapat pepohonan yang rindang dan teduh. Kemudian di halaman sebelah UKS juga terdapat kelompok tanaman tertentu. Selain tempat tersebut, di koridor sekolah juga terdapat tanaman dalam pot yang beragam jenisnya.
Keempat, para guru yang mengajar di sekolahku memberikan penjelasan yang terbaik mengenai pelajaran. Dan kalau ada keluh kesal mengenai sesuatu, silakan saja berkonsultasi dengan guru BP yang selalu siap sedia untuk mendengar dan memberi solusi. Seperti kata kepala sekolahku, “Kami melayani setulus hati..”
Kelima, disiplinnya ketat. Disiplin berpakaian, bersepatu, dan jam masuk sekolah merupakan beberapa contoh peraturan yang diterapkan di sekolah. Kalau pakai seragam harus lengkap ikat pinggang dan lencana Tarsisius II. Sepatu harus hitam. Dan siswa yang terlambat belum dapat masuk kelas sebelum jam pelajaran kedua berakhir, guru yang terlambat juga dapat dikenai sanksi ini. Jadi, warga sekolah tahu bagaimana harus bersekolah yang baik.
Keenam, dan yang paling utama, sekolahku ini tidak memperkenankan adanya senioritas. Hal ini sangat menyenangkan karena tidak ada kakak – kakak kelas yang sok sadis kepada adik – adik kelasnya. Dan lagi, tidak ada siswa yang membentuk “geng” atau kelompok sendiri, semuanya membaur dan dapat beradaptasi. Hal ini benar – benar diterapkan oleh seluruh siswa di sekolahku.
Ketujuh, di luar pelajaran, banyak kegiatan menarik yang diselenggarakan sekolah. Seperti Tarsi II Cup (perlombaan antr sekolah), Live In, Outbound
dan berbagai acara lainnya. Para siswa pun dapat membuktikan diri sebagai siswa yang berprestasi. Seperti memenangkan Lomba Membaca Berita, memenangkan kompetisi blog, dan baru – baru ini Lomba Cerdas Pintar Cerebrovit. Selain itu, sekolahku mengadakan berbagai acara pada Hari Kartini, Bulan Bahasa, dan hari – hari besar lainnya.
Kedelapan, kepedulian sekolah terhadap para siswanya dan sebagai sekolah katholik ditunjukkan dengan adanya doa Novena dan Misa menjelang ulangan umum dan ujian akhir. Para guru dan staff juga melakukan ibadat bulanan demi keberhasilan para siswa dan kemajuan sekolah.
Sekian yang dapat aku sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sekolah, para warga sekolah, dan terutama para pembaca. Terima kasih.
Entry Filed under: Kompetisi TIK YBHK 2008. .



Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed