Global Warming : Mencairkan Methane Hydrate

Juni 28, 2008

Methane Hydrate atau Metana beku dapat ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, di mana suhu permukaan air kurang dari 00 Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, di mana temperatur air ada di kisaran 20 Celcius. Methane hydrate juga dapat ditemukan di danau – danau yang dalam seperti Danau Baikal di Siberia. Pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan selatan menjadi semakin panas sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut terlepaskan ke atmosfer. Gas metana merupakan kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global, sebab metana adalah gas dengan emisi rumah kasal 23 kali lebih ganas dari karbondioksida.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan ± 400 miliar ton metana beku dan sedikit demi sedikit terlepas ke atmosfer. Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan es-nya, maka doo miliar ton metana tersebut dapat terlepas ke atmosfer! Belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga mencair akibat global warming. Sekali terpicu, silus ini dapat menghasilkan pamanasan global yang sangat parah.

Para ahli geologi menemukan bahwa malapetaka besar tersebut pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun yang lalu yang disebut sebagai Paleocene-Eocene hernal Maximum (PETM). Saat itu semburan metana naik ke permukaan dan mengakibatkan penamasan planet dengan sangat cepat sehingga menyebabkan kematian massal, lalu mengganggu keadaan iklim bumi hingga 100.000 tahun kemudian. Selain PETM, hal tersebut juga pernah terjadi 250 juta tahun lalu pada akhir dari periode Permian, di mana semburan metana menyapu bersih hampir seluruh kehidupan di bumi akibat turunnya level oksigen.

Oleh karena itu, janganlah kita hanya melakukan global warning saja.. Marilah kita turut dalam upaya menghentikan global warming yang terus terjadi saat ini. Jangan sampai kita mengulang kembali sejarah geologi kejam yang pernah dialami bumi..

Entry Filed under: Tak Berkategori. .

1 Comment Add your own

  • 1. choice is no more  |  Desember 28, 2008 at 1:30 pm

    ghahahaha, percuma saja kamu mengatakan omong kosong ini, selama masih ada hasrat di hati manusia , manusia tidak akan peduli apapun yang terjadi asal hasratnya terpenuhi, gahahahahahahaha, mereka semua akan menuai benih yang mereka tanam, dan jika saatnya tiba, yang tertawa akan menangis dan yang menangis akan tertawa, human care about nothing, they just care about they self. mereka cuma akan sadar jika sudah terlambat, dan jika itu sudah terlambat, maka keadaan akan makin kacau , dan saat itulah dimana manusia akan berharap mereka mati saja, eheheheEHEHEHEHEHAHHAHAHHAHAHAHAHAHAH

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


”PropertyKita.com

Kategori

Today’s Date

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Klik tertinggi

Komentar Terakhir

fitry di Kanker Serviks (Cervical …
raiderhost di Bermimpi di Rumah Tentang Ruma…
rusli zainal | eros di Bermimpi di Rumah Tentang Ruma…
kw di Bermimpi di Rumah Tentang Ruma…
Dhanie di Bermimpi di Rumah Tentang Ruma…

Meta

Spam Blocked

Online Visitor(s)

visitor stats

Statistics