Kutu yang Menggerogoti Manusia Nggak Cuma 1..!
Mei 23, 2008
Kutu berasal dari ordo Phthiraptera, merupakan hewan yang memakan darah. Kutu menyebabkan rasa gatal yang hebat di daerah – daerah yang terkadang tak wajar. Kutu yang hanya memakan darah manusia antara lain kutu rambut (Pediculus humanus capitis), kutu badan (Pediculus humanus humanus), dan kutu pubis (Phthiris pubis).
Kutu memiliki tubuh yang rata, tak bersayap, dan hanya memakan darah. Kaki – kakinya sesuai untuk merayap di rambut atau pakaian, sehingga kutu tak dapat melompat ke tempat lain. Kutu yang terdapat pada manusia harus makan darah setiap 24 jam, sebab jika tidak maka mereka dapat mati kelaparan dengan cepat. Adanya kutu pada tubuh kita dapat dideteksi dengan beberapa gejala yang khas seperti rasa gatal yang amat sangat dan warna kemerahan pada kulit, terutama pada kulit kepala; bagian belakang kepala; atau daerah pubis (tergantung pada jenis kutunya). Telut – telur kutu dapat diketahui secara langsung dengan ciri – ciri antara lain telur kutu tersebut berwarna putih atau abu – abu dan melekat erat pada dasar rambut.
- Kutu Rambut. Biasanya mudah ditemukan pada anak – anak usia sekolah TK dan SD. Kutu – kutu tersebut berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung, dari kepala ke kepala, atau dari topi yang digunakan dari satu kepala ke kepala lain. Namun kutu ini tidak menyebabkan penularan penyakit / patogen. Kutu ini juga mempunyai temperatur ideal tertentu dan dapat menyebabkan kematian apabila temperaturnya terlalu rendah.
- Kutu Badan. Walaupun berhubungan erat dengan kutu kepala tetapi berbeda secara biologis dalam beberapa hal. Kutu badan bertelur di pakaian, melekatkan tekurnya dengan erat pada serat – serat pakaian. Kutu badan dewasa berdiam pada pakaian dan hanya berpindah ke inangnya (manusia) hanya saat memerlukan makanan. Kutu badan dapat menularkan penyakit Tifus (pada beberapa wilayah negara tertentu). Kutu badan dapat mati bila pakaian tempatnya berdiam diri tidak digunakan selama beberapa hari.
- Kutu Pubis. Bentuk tubuhnya lebih pendek dan lebar dibandingkan kedua jenis lainnya. Biasanya di temukan pada rambut pubis, rambut ketiak, dan sangat kecil jumlahnya pada rambut pada wajah. Hanya bertahan dalam waktu singkat dan dapat berpindah dari satu orang ke orang lain terutama melalui kontak seksual. Akan tetapi kutu jenis ini tidak menularkan penyakit / patogen.
Entry Filed under: Apakah kita tahu?. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed



1.
willycar | Juni 1, 2008 at 10:12 am
Cia ialah, DEVY CA-DOK euy!! Calon Dokter…..
Vy, klo kutu buku termasuk ga yah???? Hehehe……